Tadi siang saya berbincang-bincang dengan teman saya yang tinggal nya tidak jauh dari rumah saya.
kami banyak berbincang - bincang tentang pengalaman hidup kami, saling bertukar pikiran dan pengalaman.
dimulai selintingan curhatan-curhatan, karena kami sudah jarang bertemu. mulai dari pengalaman hidup dia, dia pun mulai bercerita. tentang realita atau kenyataan.
saya mengutip dari beberapa pembicaraan yang kita bicara kan.
dsini saya tidak membicarakan tentang pengertian atau definisi kenyataan,
melainkan, kenapa kita harus menerima kenyataan dan apa itu kenyataan.
kami banyak bertukar pikiran, dimulai dari konflik teman saya, yang mempunyai perselisihan.
dia pun bercerita mempunyai pasangan yang tidak bisa menerima kenyataan pada hidupnya.
dia pun, berusaha untuk menyadari pasangan nya untuk bisa menerima masalah dikehidupanya, sedangkan teman saya ini, merupakan contoh pemuda yang memperihatinkan kentayaan, berbeda dengan pasang nya.
selama dia berhubungan dengan pasangannya,dia meyakinkan dan mengajarkan bagaimana kita harus menghadapi kenyataan, bukan menghindari kenyataan atau lari dari kenyataan.
teman saya berpisah dengan pasangannya. namun yang dia khawatirkan bukanlah perasaannya.
melainkan bagaimana dengan pasangan nya. apakah dia bisa menghadapi realita yang ada dikehidupan nya atau tidak.
yang saya ambil dari cerita tersebut ialah bagaimana seseorang berani menghadapi kenyataan nya walaupun pahit. dan harus menjalani kenyataan nya yang ada.
sedangkan saya, saya tidak berani untuk mengambil keputusan untuk menghadapi kenyataan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar